Grey Spinning Frozen Snowflake

Minggu, 03 Januari 2016

Pengertian dan Contoh Mantra

Pengertian Mantra


Menurut Sastrowardoyo (dalam Dian, 2009: 2) “Mantra merupakan bentuk sastra lisan yang berkembang sangat subur di Riau”. JS Badudu (dalam Dian, 2009: 9) “Mantra adalah kata-kata yang mengandung kalimat dan kekuatan gaib atau magis dan hanya diucapkan oleh orang-orang tertentu saja seperti dukun atau pawang”. Hasan (dalam Saprianto, 2011:7) menyatakan “Mantra adalah hasil kesusastraan lama  berupa puisi yang tidak tentu jumlah barisnya dan digunakan untuk berbagai macam keperluan seperti untuk menyembuhkan penyakit atau membut orang sakit, untuk menaklukkan binatang  buas dan lain-lain”.
Zakaria (dalam Saprianto, 2011: 8) menjelaskan sebagi berikut:
Mantra adalah ucapan-ucapan dukun atau pawang yang mengandung magis bahasa. Mantra berisi tantangan dan terhadap suatu kekuatan gaib, tetapi dapat juga berisi bujukan kepada kekuatan gaib agar tidak merusak manusia atau alam. Mantra merupakan kalimat-kalimat yang biasanya bersajak ada rima atau persamaan pertentangan bunyi.
            Pendapat yang serupa dikatakan secara ringkas oleh Laelasari dan Nurlaila (dalam Susi, 2012:10)  yaitu “Mantra adalah perkataan atau ucapan yang dapat mendatangkan daya gaib (misalnya dapat menyembuhkan, mendatangkan celaka, dan sebagainya)”. Menurut Ade (2012:3) “Mantra merupakan bacaan atau doa-doa yang dapat memberikan semacam tenaga atau kekuatan yang laur biasa dan diluar jangkauan manusia”. Para ahli dalam bidang sastra memberikan pendapat tentang pengertian mantra. Menurut pendapat Zakaria  ( dalam Susi, 2012 : 10 ) mengatakan :
Mantra adalah ucapan – ucapan dukun  atau pawang yang mengandung magis bahasa. Mantra berisi tantangan dan terhadap suatu kekuatan gaib, tetapi dapat  juga berisi bujukan  kepada kekuatan gaib agar tidak merusak manusia atau alam. Mantra merupakan kalimat – kalimat yang biasanya bersajak ada rima atau persamaan pertentangan bunyi.
            Menurut Rizal,(2010:1) mengatakan “Mantra merupakan puisi tua, keberadaannya dalam masyarakat melayu pada   mulanya bukan sebagai karya sastra, melainkan lebih banyak berkatan dengan adat dan kepercayaan”. Mantra merupakan sastra lisan adalah sastra yang perkembangannya secara lisan atau dari mulut kemulut, Menurut Badudu (dalam jalil dan Elimustian, 2001:6) mengangap bahwa “Mantra sebagai permulaan bentuk puisi tradisional. Sebagai salah satu puisi tradisional mantra dianggap memiliki karakteristik yang khas apabila dibandingkan dengan jenis puisi tradisional lainnya”.
            Depdiknas ( 2008 : 876 ) menjelaskan “ Mantra adalah perkataan atau ucapan yang memiliki kekuatan gaib, misalnya dapat menyembuhkan, mendatangkan celaka, dan sebagainya : upacara itu dimulai dengan pembacaan. Gazalba (dalam Elda, 2011:4) bahwa “Mantra adalah salah satu bentuk sastra lisan yang ada dan berkembang di indonesia. Mantra, menurut para pakar dan pengamat kebudayaan, dianggap sebagai sastra paling awal dikenal oleh manusia. Diindonesia, mantra sastra lisan sudah ada dikenal ( berkembang ) semenjak manusia purba. 
Adapun kumpulan mantra sebagai berikut.


1. Mantra orang menyadap nira (bahan untuk gula aren/gula jawa)
Assalamu'alaikum putri satulung besar
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu
sumber

2. Mantra pengobat sakit perut
Gelang-gelang si gali-gali
malukut kepala padi
Air susu keruh asalmu jadi
aku sapa tidak berbunyi

3. Mantra berburu rusa
Sirih lontar pinang lontar
terletak diujung muara
Hantu buta jembalang buta
aku angkat jembalang rusa

4. Mantra untuk mengobati orang dari pengaruh makhluk halus.
Sihir lontar pinang lontar
terletak diujung bumi
Setan buta jembalang buta
aku sapa tidak berbunyi

5. Mantra agar anjing tidak menggonggong
kepada rimba sekampung,
Pulanglah engkau kepada rimba yang besar,
Pulanglah engkau kepada gunung guntung,
Pulanglah engkau kepada sungai yang tiada berhulu,
Pulanglah engkau kepada kolam yang tiada berorang,
Pulanglah engkau kepada mata air yang tiada kering,
Jikalau kau tiada mau kembali, matilah engkau.

6. Mantra Pengusir Babi
Batu berita batu berani
Ketiga batu belubang
Butak mata tanggal gigi
Babi itu tiada akan melawan
Nabi babi itu nabi Yusuf
Asal jadi dari bumi
Jihin yang menguatkannya jihin buhok
Yang berkuda padanya Saih Idris

7. Mantra Kuat Tenaga
Bismillahirrahmanirrohim
Hai besi bangunlah engkau si rajabesi
Yang bernama si ganda bisa
Engkau duduk di kepala jantungku
Bersandar di tiang arasy
Kuminta tinggalkan insanku
Kuminta rendah insan sekalian
Berkat aku memakai wujud kodrat sayyidina ali
Bujur lalu melintang patah
Lalu juga kehendak Allah
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

8. Mantra Pengeras Badan
Ya man, ya ras, ya Malik
Ya kuserahkan kepada kamu

9. Mantra penutup luka
Mantra ini dibaca untuk menutupluka, ataupun untuk mencegah berlanjutnya pendarahan pada luka.
Bismillahirrahmanirrahim
Poli terpoli
Besi meluka
Besi menangkal
Coba besi merusakkan
Engkau durhaka kepada Allah
Coba engkau membinasakan daging
Engkau durhaka kepada Allah
Tertutup terkunci
Tertanggal terpakai
Berkat doa la haula wala quwwata
Illa billahil aliyyil azhim

10. Mantra untuk merawat tulang yang patah.
Bismillahi Rahmanir Rahim
Jong sengkang kemudi sengkang
Tarik layar kembang sena
Urat yang kendur sudah kutegang
Urat yang putus sudah kusambung
Teguh Allah, tegang Muhammad
Sendi anggota baginda Ali
Tulang gajah, tulang mina
Ketiga dengan tulang angsa
Patah tulang berganti sendi
Badan jangan rusak binasa
Berkat sidi kepada guru
Sidi menjadi kepada aku
La ilaha illallah, Muhammadar Rasulullah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tambahkan komentar anda